Melatih Literasi Pada Anak Usia Golden Age Melalui Mendongeng

Authors

  • Azizah Azizah stai jamitar lhoksukon

DOI:

https://doi.org/10.47887/amd.v6i2.210

Keywords:

Literacy, Golden Age, Storytelling Methods

Abstract

Early childhood literacy is a crucial foundation for child development, playing a key role in shaping language skills, imagination, and understanding of the world. Storytelling has been widely recognized as an effective tool for fostering literacy in preschool children. This article investigates the effectiveness and benefits of storytelling in enhancing the literacy skills of 0-6-year-old children. By exploring psychological theories and related research, we can understand how storytelling influences children's cognitive and language development. Furthermore, this article discusses practical strategies for parents, teachers, and caregivers in effectively utilizing storytelling to enrich children's literacy experiences. It is hoped that the results of this study will provide readers with valuable insights into the importance of storytelling as a crucial tool in fostering literacy in preschool children.

References

Aized, R. (2011). Tips ampuh menyiapkan anak gemar baca sejak dalam kandungan sampai masa pengasuhan (Cetakan ke-1). Diva Press.

Arista, R. (2022). Pengaruh metode mendongeng plus boneka tangan terhadap kemampuan berbicara anak kelas B3 di TK Mawar Somba Opu [Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar].

Basyiroh, I. (2023). Pengembangan literasi anak usia dini (AUD): Teori & aplikatif (D. B. Ahyar, Ed.). Wawasan Ilmu.

Dwi Hudhana, W., & Fadhilah, D. (2018). Menumbuhkan kecerdasan bahasa dan karakter bangsa melalui aktivitas mendongeng pada siswa sekolah dasar. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 99–105.

Fajariah, N., Hendra, H., Muslim, M., & Lukman, L. (2024). Membudayakan literasi pada anak usia 5–6 tahun melalui mendongeng. Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini, 6(1), 118–129. https://doi.org/10.52266/pelangi.v6i1.2791

Handayani, T. U. (2020). Penguatan budaya literasi sebagai upaya pembentukan karakter. Jurnal Literasi, 4(1), 67–69.

Hijjayati, Z., Makki, M., & Oktaviyanti, I. (2022). Analisis faktor penyebab rendahnya kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas 3 di SDN Sapit. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3b), 1435–1443. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3b.774

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Panduan gerakan literasi sekolah (GLS) di SMA (Edisi revisi). Direktorat Sekolah Menengah Atas.

Kurniawan, H. (2016). Kreatif mendongeng untuk kecerdasan jamak anak. Kencana.

Mardina, R. (2017). Literasi digital bagi generasi digital natives. Dalam Prosiding Seminar Nasional Perpustakaan & Pustakawan Inovatif Kreatif di Era Digital (hlm. 340–352).

Prestarini, S., & Nugroho, S. (2023). Hubungan antara keterampilan literasi awal dengan kemampuan bahasa pragmatik pada anak umur prasekolah di Taman Kanak-Kanak Marsudirini Surakarta. Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa, 2(1), 604–615. https://doi.org/10.59686/jtwb.v2i1.89

Rahayu, A. Y. (2013). Anak usia TK: Menumbuhkan kepercayaan diri melalui kegiatan bercerita (Cetakan ke-1). Indeks.

Shihab, N., & Komunitas Guru Belajar. (2019). Literasi menggerakkan negeri (B. Setiawan, R. Satria, S. Rois, & R. Rahmat Hani, Eds.). Literati.

Siregar, S. L., & Subiyantoro, S. (2021). Peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan sosial emosional anak usia dini. Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini, 18(1), 28–38. https://doi.org/10.17509/edukids.v18i1.31828

Downloads

Published

2026-02-18

How to Cite

Azizah, A. (2026). Melatih Literasi Pada Anak Usia Golden Age Melalui Mendongeng. Al-Madaris Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 6(2), 38–47. https://doi.org/10.47887/amd.v6i2.210

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.